Jendela Malang Raya | Minggu Wage, 20 April 2014
Home Kabar Berita Kanjuruhan Mandiri, Tak Lupakan Misi Sosial
Mandiri, Tak Lupakan Misi Sosial PDF Print E-mail
SELASA, 25 Oktober 2011 01:43

 

helloMALANG-BPSABS_4

 

 

Pertengahan Oktober 2011, Pemerintah Kabupaten Malang menerima dua penghargaan nasional di bidang sanitasi pada ajang Sanitasi Award 2011 yang diselenggarakan  Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional. Pertama, terbaik di kategori Pengembangan Teknologi di Bidang Sanitasi. Kedua, kategori Komunitas/pengelola air minum mandiri di tingkat masyarakat. Apa sebenarnya yang menjadi kunci keberhasilan itu ? Berikut laporan helloMALANG.

.........................

Keberhasilan meraih double award itu tidak terlepas dari kerja keras dan perencanaan yang baik.  Penghargaan pertama, sebagai Inisiatif Terbaik di Kategori Pengembangan Teknologi di Bidang Sanitasi diserahkan oleh Prof. Dr. Armida Alisjahbana, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas kepada Dr. Abdul Malik, SE, M.Si, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, pada saat acara Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN), Senin 11 Oktober 2011 di Hotel Sahid Jakarta.


Penghargaan kedua, diterima Badan Pengelola & Sarana Air Bersih Sumbermaron (BPSABS), Desa Karangsuko Kecamatan Pagelaran sebagai inisiator terbaik di Kategori Komunitas/Pengelola Air Minum Mandiri di Tingkat Masyarakat.


Untuk kategori pengembangan teknologi di bidang sanitasi, kata Abdul Malik tim juri menilai Kabupaten Malang memiliki beberapa keunggulan. Pertama  Inisiatif terbaik energi alternatif dan integrasi program. Kedua, teknologi energi untuk mendapatkan energi listrik mikrohidro dan mampu mengintegrasikan dengan kegiatan pelayanan kesehatan dasar masyarakat.


“Keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja keras dan dukungan berbagai pihak, antara lain unsur pemerintah yakni Dinas Cipta Karya, Badan Lingkungan Hidup, Dinas Binamarga, PDAM, serta kelompok himpunan masyarakat pengguna air minum yang tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Malang,’  tambah  M  Hidayat, Kepala Bagian Humas Pemkab Malang.


helloMALANG-BPSABS_3
Hari mendekati senja ketika kami memasuki Desa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, desa tempat BPSABS berdiri. Tidak ada aktivitas mencolok di desa yang mayoritas perpenduduk muslim ini. Alunan ayat-ayat suci Al Quran terdengar dari pengeras suara masjid di lingkungan Pondok Pesantren Al Khoirot saat memasuki jalan desa yang telah beraspal ketika menuju kantor BPSABS.

 

Sepanjang jalan, tampak penduduk desa, yang laki-laki mayoritas bersarung dan berkopiah duduk-duduk mengobrol di teras rumah menikmati sore yang teduh. Sementara yang perempuan mengenakan kerudung atau jilbab.

Karena kantor BPSABS telah tutup, kami langsung menuju sumber air Sumbermaron yang menjadi titik sentral pengelolaan. Lokasi mata air berada di lembah, kira-kira 20-25 meter di bawah perkampungan dikelilingi sawah hijau nan subur. Untuk menuju lokasi sumber harus berjalan menuruni tangga tanah yang permukaannya sudah dikeraskan berplester semen.

Luas komplek mata air Sumbermaron sekitar 1 hektar. Setidaknya terdapat tiga lokasi mata air. Satu lokasi dengan debit air terbesar sebagian airnya ditampung dalam tandon air beton. Yang selanjutnya didistribusikan ke 1.100 pelanggan BPSABS. Selebihnya, mengalir membentuk kolam dangkal dan sungai kecil menuju Kali Brantas di ujung barat.

Hingga kini, kolam berair bening dan segar masih dimanfaatkan warga sekitar untuk mandi dan mencuci. Sore itu, beberapa anak tampak riang gembira menikmati segarnya air Sumbermaron. Telihat pula ibu-ibu mencuci pakaian dan beberapa lainnya panen kangkung air. Serta beberapa pasang muda-mudi menghabiskan sore di pinggir kolam di bawah pohon rindang.

Tak jauh dari bibir kolam, berserak material bangunan dan kegiatan pekerja yang tengah membangun tanggul di sisi luar. "Sekarang kami sedang menyelesaikan pembangunan dam reservoir pembangkit listrik mikrohidro. Nantinya, sebagai sumber tenaga utama pompa air. Diharapkan mampu menghemat biaya listrik,'' ungkap Ketua BPSABS, Sayid Muhammad SE.

Diungkapkan Sayid, listrik merupakan beban opersional tertinggi yang harus dipenuhi BPABS. Untuk rekening September 2011, misalnya, nilainya sudah mencapai 68,14 persen atau Rp 10,9 juta dari total biaya operasional Rp 16 juta per bulan. Atau menguras 47,4 persen dari penerimaan kotor rata-rata operasional bulanan, Rp 23 juta.

helloMALANG-BPSABS_2Berdasarkan keterangan tim penilai, BPSABS berhak menyandang predikat sebagai inisiator terbaik tingkat nasional karena tiga faktor. Pertama, program sanitasi yang dijalankan nyata.

Secara mendiri, kata Sayid BPSABS telah membantu pembangunan dan perbaikan sanitasi di mushola-mushola dan rumah penduduk keluarga miskin. BPSABS juga membangun beberapa unit sarana sanitasi di bantaran saluran irigasi yang melintasi Desa Karangsuko.

"Kalau dulu warga yang tidak meiliki kakus buang hajat di pinggir kali, kini telah menggunakan kakus yang telah kami bangun. Selain masih dimanfaatkan sebagian warga untuk mandi dan cuci, saluran irigasi kini lebih bersih dan tidak terlihat lagi warga yang buang hajat di sungai," ujar pria yang sehari-hari menjabat Kepala Sekolah MTs Al Khoirot, lembaga pendidikan setingkat SMP di bawah naungan Pondok Pesantren Al Khoirot.

Kedua, BPSABS dikelola secara mandiri, profesional dan tertib administrasi. Ketiga, satu-satunya HIPAM (Himpunan Pengguna Air Minum) di Indonesia yang memiliki proyek pembangunan pembangkit listrik mikrohidro.

Keempat, dalam menjalankan usaha, BPSABS tidak hanya berorientasi bisnis semata. Tetapi juga sosial. Sebagian hasil usaha dipergunakan untuk kepentingan sosial.

Diantaranya, santunan anak yatim, jaminan kesehatan dan kesejahteraan keluarga miskin Karangsuko. Penyediaan perlengkapan kematian warga serta penyediaan keperluan sarana penguburan jenazah dari keluaga miskin. "BPSABS menanggung biaya pengobatan keluarga miskin di Karangsuko. Warga miskin yang memeriksakan diri dan berobat ke bidan desa, gratis. Selanjutnya bidan desa yang mengajukan klaim pembayaran  ke BPSABS," jelas Kepala Desa Karangsuko, Rohali yang mendampingi Camat Pagelaran, Kabupaten Malang, Drs Eko Wahyu Widodo MSi. ( * - bersambung)

 

 

Add comment


Security code
Refresh