Jendela Malang Raya | Selasa Pon, 21 Oktober 2014
Home Kabar Berita Bisnis Jalur Pananjakan - Lautan Pasir Tersambung Lagi
Bisnis
Wisata Gunung Bromo
PDF Print E-mail
Jalur Pananjakan - Lautan Pasir Tersambung Lagi
Jumat, 09 September 2011 10:09

 

helloMALANG.com - Kunjungan wisatawan ke kawasan wisata Gunung Bromo diharapkan kembali normal seiring kembali tersambungnya jalur Dingklik - Lautan Pasir.

Perbaikan jalur tahap I jalan yang menghubungkan  Desa Wonokritri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan dengan Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo melalui lautan pasir itu telah rampung awal bulan ini.

Jalur Dingklik - Lautan Pasir merupakan jalur wisata utama di Kawasan Wisata Kaldera Tengger. Jalur ini merupakan jalan satu-satunya dari Pananjakan menuju lautan pasir dan Gunung Bromo dari pintu masuk Wonokitri. Dan merupakan jalur terpendek bagi wisatawan yang bermalam di hotel-hotel Dusun Cemorolawang, Desa Ngadisari untuk menikmati sunrise di Puncak Gunung Panajakan.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Sutrisno  mengungkapkan, Jumat (9/9/2011) jalur wisata Dingklik - Lautan Pasir di kawasan Pakir Bincil  sudah kembali normal dan bisa dilalui. "Sekarang sudah tembus dan bisa dilalui dengan baik. Pemerintah Kabupaten Pasuruan sudah memperbaikinya," jelasnya.

Diakui Sutrisno perbaikan jalur tersebut  belum sepenuhnya rampung. Pembangunan drainase air hujan dan penguatan bibir jalan  belum dikerjakan. "Meski sudah bisa dilalui kami harap wisatawan berhati-hati saat melalui jalur ini," harap Sutrisno.

Jalur Dingklik - Lautan Pasir  terputus sejak Mei 2011  akibat tergerus air hujan. Amblasnya badan jalan ini mengakibatkan wisatawan yang bermalam di Cemorolawang tidak bisa menikmati sunrise di Puncak Pananjakan. Demikian pula wisatawan yang  berkunjung ke Bromo melalui pintu masuk Wonokitri Pasuruan tidak bisa menuju lautan pasir dan Gunung Bromo.

Menurut Ketua Koperasi Wisata Bromo Tenger Sejahtera Tosari, Trisno Sudigdo putusnya jalan akses menju Gunung Bromo pada awal Mei 2011 itu merupakan lanjutan kerusakan jalan antara Dingklik - Laut Pasir yang terjadi sejak dua tahun lalu.  Karenanya ia berharap, nantinya bila terjadi lagi  kerusakan kecil pada badan jalan  pemerintah segara memperbaikinya. Jangan sampai jalur ini kembali  terputus seperti sebelumnya.

Amblasnya badan jalan pada awal Mei 2010 akibat kurang tanggapnya pemerintah  dalam melakukan  perawatan.  Sebelum amblas telah terjadi kerusakan -kerusakan kecil  sepanjang  jalur wisata ini selama dua tahun.      helma02

 

Baca Juga : Bromo, Ku Kan Kembali

 

Add comment

1. Anda, sebagai pribadi atau lembaga yang berkaitan langsung atau merasa dirugikan oleh isi dari surat pembaca ini kami persilahkan memberikan tanggapan.
2. Redaksi berhak tidak menayangkan atau menghapus tanggapan yang kurang sopan, berbau SARA, menghasut, menghina salah satu pihak dan melanggar perundang-undangan Republik Indonesia.


Security code
Refresh

Banner
Advertisement