Jendela Malang Raya | Rabu Wage, 22 Oktober 2014
Home Kabar Berita Bisnis Hingga Kamis Pelunasan ONH di BRI Macet
Bisnis
Ratusan CJH Asal Malang Ketar-ketir
PDF Print E-mail
Hingga Kamis Pelunasan ONH di BRI Macet
Kamis, 18 Agustus 2011 09:43

 

bni_syariah_mlghelloMALANG.com - Ratusan Calon Jamaah Haji (CJH) asal Malang yang menjadi nasabah Tabungan Haji BRI  di dua cabang BRI, Martadinata dan Kawi kecewa.

 

Hingga Kamis siang (18/08/2011) mereka belum bisa memenuhi kewajiban  pelunasan Ongkos Naik Haji (ONH) 2011.

 

Bank belum bisa memproses upaya pelunasan ONH dengan dalih sistem Siskohat macet. Padahal, pelunasan ONH di bank-bank lain tidak bermasalah semenjak dibuka Senin (15/08/2011).

 

Ketidaklancaran pelunasan OHN ini membawa dampak phsikis  tersendiri bagi CJH dan pengurus KBIH. Sejak Senin, setiap hari mereka harus bolak-balik mendatangi  cabang BRI untuk memastikan apakah proses pelunasan sudah bisa dilakukan. Dan hasil yang mereka dapat hingga Kamis sore adalah nihil.


"Terus terang ada beban mental yang harus saya tanggung, hingga kini belum satu pun pelunasan ONH jamaah saya  sudah terproses. Jika kondisinya begini terus hingga 26 Agustus nanti, bagaimana saya harus mempertanggungjawabkannya kepada jamaah," ungkap salah seorang pengurus KBIH  di Malang yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.


Ia pun sejak Senin (15/08/2011)  harus rela  "berkantor" di BRI Cabang Martadinata menunggu dibukanya proses pelunasan ONH. "Saya sudah mencoba melalui BRI Kawi hasilnya juga nihil. Proses pelunasan juga tidak bisa dilakukan. Di sana juga  banyak CJH dan pengurus KBIH yang antre menunggu,'' paparnya.


Salah seorang CJH asal Malang, nasabah ONH Haji BRI Martadinata, Ibu Roychanah mengungkapkan dirinya dirundung perasaan was-was karena hingga Kamis pelunasan ONHnya belum terproses. "Kami takut dianggap mengundurkan diri jika hingga tanggal 26 Agustus nanti pelunasan belum bisa dilakukan. Padahal saya sudah menunggu selama tiga tahun," katanya.


Petugas di bagian haji Bank BRI Martadinata mengakui proses pelunasan ONH belum bisa dilakukan. "Maaf Pak hingga kini kami belum bisa melayani pelunasan ONH,'' ungkap salah seorang petugas kepada helloMALANG yang  melakukan konfirmasi per telepon.  Tentang alasannya ia hanya mengatakan, "Hingga kini kami masih gagal konek dengan Siskohat."


Hingga  Kamis sore  cabang BRI Martadinata belum memberikan keterangan resmi. "Kami belum  bisa memberikan keterangan tentang hal ini. Pimpinan masih merapatkannya,"  kata  Pipit, sekretaris pimpinan cabang BRI Martadinata kepada helloMALANG.


Hal serupa juga terjadi di BRI Cabang Kawi. Hingga Kamis sore proses pelunasan ONH 2011 secara online sulit dilakukan. Di hari pertama pelunasan, Senin (15/08/2011)  BRI Kawi hanya berhasil melakukan 17 proses pelunasan. "Hari ini (Kamis, 18/08/2011) baru 11 yang bisa,'' ungkap salah seorang petugas.


Berdasarkan pantauan helloMALANG, proses pelunanasan ONH 2011 di Bank Jatim, BRI Syariah, BNI Syariah dan Bank Mualamalat berjalan lancar sejak hari pertama pelunasan. Tidak terjadi penumpukan dan antrean nasabah. Cenderung terlihat sepi seperti yang terjadi BNI Syariah, Kamis. Bangku antrean yang disediakan  tampak kosong. CJH yang melakukan pelunasan langsung menuju meja operator dan lansung melakukan proses pelunasan.


"Sampai  Kamis pagi kami sudah memproses 97 pelunasan dari 207 CJH. Sampai hari ini proses pelunasan lancar, kami tidak mengalami kendala," ungkap Operation Manager BNI Syariah Cabang Malang, Imam Sumekto kepada helloMALANG.


Untuk musim haji 2011  pemerintah menetapkan ONH CJH asal Jawa Timur  sebesar $3.612. Pembayaran pelunasan dalam mata uang rupiah, besarnya disesuaiakan dengan kurs mata uang rupiah terhadap dollar yang ditetapkan Departeman Agama. Tiap jam nilainya bisa berubah mengikuti  kurs mata uang yang diupdate Depag. Sebagai gambaran pelunasan  ONH 2011 di hari Selasa (16/08/2011) lebih murah sekitar Rp 700.000 dibandingkan Senin (15/08/2011). helma-04

 

 

Add comment

1. Anda, sebagai pribadi atau lembaga yang berkaitan langsung atau merasa dirugikan oleh isi dari surat pembaca ini kami persilahkan memberikan tanggapan.
2. Redaksi berhak tidak menayangkan atau menghapus tanggapan yang kurang sopan, berbau SARA, menghasut, menghina salah satu pihak dan melanggar perundang-undangan Republik Indonesia.


Security code
Refresh

Banner
Advertisement